Officially Engaged

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh..

Halo semua! Entah kenapa baru sempet posting lagi nih. Ckck. Oke langsung aja yaa..

Sebelumnya aku posting tentang persiapan acara lamaran ku. Di postingan ini aku ingin mendeklarasi (hazeekk haha) tentang acara lamaran. Yap! Pada hari Minggu tanggal 14 Mei 2017 lalu bertepatan dengan tanggal lahir Bapak, aku resmi dilamar oleh lelaki pilihanku. Alhamdulillah.. Bismillah.. Ini baru tahap awal untuk perjalanan yang sebenarnya, yaitu pernikahan. InsyaAllah 😇

Do’akan kami ya! Semoga sehat selalu dan dilancarkan semuanya. Aamiin Ya Rabb.. 💞

📷 : Lutung Sakti Photography

👗 : Mba Latifah

🍴 : Mardika Catering

💄 : Salon Ania Galaxy

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh..

XOXO,

Kiki

Advertisements

Persiapan Lamaran

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh..

Hi hello halooo! Di postingan kali ini aku mau membahas tentang hal-hal penting untuk persiapan lamaran kami. Berikut poin-poin nya..

1. Membuat List Tamu

Penting banget bikin list tamu yang akan datang karena untuk menentukan jumlah tamu yang berkaitan dengan jumlah porsi makanan yang akan disiapkan. Untuk acara kami nanti lumayan banyak yang Insyaa Allah akan datang. Dari keluarga Mas Dika katanya sekitar 50 orang dan dari keluarga aku sekitar 40 orang. Totalnya sekitar 90 orang…… Banyak ya? Hahaha

2. Penentuan Tempat

Di rumah atau di rumah makan yang ada aula nya? Aku memilih untuk di rumah. Selain menghemat budget juga supaya keluarga Mas Dika bisa silaturahmi ke rumah di kemudian hari. Kan tamu nya lumayan banyak Ki? Iya sih, untuk hal ini aku siasatin nanti pakai tenda di depan rumah. Jadi mudah-mudahan cukup.

3. Catering atau Masak di Rumah

Nahh bingung pilih catering atau masak di rumah? Ini bisa disesuaikan dengan jumlah tamu yang akan datang dan ketersediaan orang yang bisa dipercaya untuk masak (ini untuk yang masak di rumah). Aku memilih untuk menggunakan jasa catering. Kenapa? Satu karena jumlah tamu yang cukup banyak, dua karena supaya nggak capek-capek banget orang rumah setelah acara kalau pakai catering kan nanti orang cateringnya yang menyiapkan dan merapikan perlengkapan makannya, ketiga karena ini acara formal enggak ada salahnya kita menjamu keluarga dan saudara-saudara dengan baik.

Aku dan Mama memilih Mardika Catering untuk acara lamaran nanti. Kenapa Mardika Catering? Rasa masakannya enggak usah diragukan lagi. Endess endess! Udah gitu harganya yang friendly juga. Makanannya juga suka dikasih lebih. Baik banget kan! Semoga nanti pas acara kami juga sedemikian rupa. Pertama kali aku tau catering ini waktu acara lamaran kakak pertama ku, Mas Adit. Waktu itu pihak perempuannya pakai Mardika Catering. Aku dan keluarga langsung jatuh hati dengan catering tersebut. Akhirnya waktu acara lamaran kakak kedua ku tahun lalu juga pakai catering ini.

4. Tempat Beli Cincin Lamaran

Kami memutuskan cincin lamaran berbeda dengan cincin saat akad nikah nanti. Karena dalam hal ini Mas Dika lebih ingin memberikan cincin lamaran nanti sebagai hadiah selain sebagai tanda pengikat.

Awal bulan April kami berdua mencari cincin yang aku inginkan ke Cikini Gold Center (CGC). Bagus-bagus yaa jeung.. Jadi pengen semua! Haha. Saat kesana, kami sudah tau mau ke toko mana. Yaitu kami ke Toko Kenanga. Toko ini lebih ramai dari toko-toko yang ada disana. Kami pilah-pilih model cincinnya dan diukur jari kami untuk disesuaikan. Karena model yang kami pilih enggak ada ukurannya (kerena jari kita gede gede haha), jadi harus bikin dulu deh kurang lebih 3 minggu.

5. Dokumentasi

Dokumentasi penting banget karena momen special gitu loh, masa enggak diabadikan. Nahhh yang satu ini yang belum ter-ceklis. Hikss 😦 awalnya sudah ada yang konfirm yang akan foto-foto di acara nanti, yaitu sepupu nya Mas Dika. Tapi H-10 acara, dia ngabarin kalau nggak bisa datang karena ada trip ke Belitung. Huaaa.. Mendadak jadi bete! Jadi masih nyari untuk yang bisa foto-fotoin nanti dehhh.

Mungkin segitu aja hal-hal paling penting yang kami siapkan untuk acara lamaran nanti. Semoga bermanfaat buat kamu yaa 😉

Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh..

XOXO,

Kiki

Pertemuan Keluarga

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh..

Hai semua! Weekend lagi nih hihi. Btw bulan April 2017 kemarin banyaaak tanggal merahnya ya lumayan boo untuk istirahat dan kumpul bersama keluarga. 😊

Aku mau cerita flashback tentang rencana pernikahan kami Insyaa Allah pada tahun 2017 ini. Ceritanya bulan Desember 2016 lalu, saat Mas Dika main ke rumah dan dia menjelaskan niat baiknya itu ke Bapak dan Mama. Kami pun merencanakan untuk mengadakan pertemuan keluarga sederhana di RM Riung Tenda, Kota Harapan Indah Bekasi. Kenapa tidak di rumah? Karena saat itu aku sekalian ingin traktir makan-makan di luar (ritual kalau ulang tahun hehe).

Tepatnya tanggal 29 Januari 2017 jam makan siang kami mengadakan acara tersebut. Tentu nya saya sudah booking jauh hari. Yang datang dari aku keluarga inti saja, sedangkan Mas Dika datang bersama keluarga dan Pakde Bude nya. Pertemuan tersebut membahas ucapan syukur ulang tahun aku yang ke-24, penyampaian niat baik dari perwakilan keluarga Mas Dika yang disampaikan oleh Ibu dan Pakde Pri, penentuan tanggal lamaran & pernikahan. Aku terharu saat itu.. Ditambah pula Mas Dika bawa kado, birthday cake, kue-kue, buah-buahan cem hantaran lamaran 😂 Alhamdulillah..

Ditentukan lah tanggal lamaran yang diadakan bertepatan pada tanggal lahir Bapak bulan Mei nanti. Kenapa? Karena aku ingin sekali acara lamaran tersebut bisa bersamaan dengan ultah Bapak.

Bismillah.. Semoga berjalan dengan lancar semuanya. Mohon do’a nya yaa teman-teman  ðŸ™
Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh..

XOXO,

Kiki

Long Distance Relationship in 2009 – 2012

“Long Distance Relationship” by Amank Qadafi

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh..

Hai hai hai! Seperti janjiku di postingan sebelumnya bahwa aku bakal posting kisah LDR kami yang aku tulis sen-di-ri dan dimuat di buku Long Distance Relationship di gambar atas. Ihiiyy! Here it is..

• • •

                            LDRSharing

Hai.. Perkenalkan namaku Kiki dan nama pacarku D. Berawal dari 13 Juni 2008. Itu tanggal jadianku dengan D. Kita kenal karena sama-sama satu SMA. D itu senior aku. Aku juga enggak nyangka kita bisa dipertemukan. Hehe. Namanya juga satu sekolah, awal-awal pacaran setahun pertama kita sering ketemu. Rumahku di Bekasi, rumah D di Jakarta. Yaa enggak begitu jauh, enggak begitu dekat.

Suatu saat dimana D udah kelas 12 dan itu artinya bahwa dia akan lulus. Setelah lulus SMA, dia keterima di salah satu universitas negeri di Solo. Sedangkan aku baru naik ke kelas 12. Berarti nanti dia akan tinggal di Solo. Hikss 😦 jadinya antara Solo – Bekasi.

Sekitar bulan September 2009, di mulailah yang namanya Long Distance Relationship. Itu pertama kali aku menjalani LDR. Pada saat itu perasaanku campur aduk. Senang (karena dia keterima universitas negeri), cemas, khawatir, dan sedih jadi satu. Dia pun mulai kuliah, ketemu lingkungan baru di kampusnya. Aku yang sibuk di kelas 12 UN pun menanti. Hari demi hari kita lalui. Sesekali kita ngalamin suatu permasalahan.. Dari hal yanh kecil, sampai yang besar. Misal, kurangnya komunikasi dan salah paham. Aku yang suka negative thinking. Tapi (untung) dia lebih tua dari aku, jadi bisa ngemong. Hihihi

Pernah suatu saat, dia melakukan suatu kesalahan yang membuatku kecewa (maaf enggak bisa diceritakan hehe). Dia ke Jakarta dan kita ketemuan, ngomong baik-baik, akhir pembicaraan aku mengeluarkan kalimat “yaudah kalau emang begitu, hubungan kita sampai disini aja”. Dia mengeluarkan air mata nya sambil menghadap ke aku dan meminta maaf. Dia bilang “kita jangan putus, semuanya pasti ada jalan keluarnya. Beri aku kesempatan”. Aku yang melihatnya enggak sanggup dan langsung meng”iya”kan ucapan dia. Dan akhirnya kita enggak jadi putus..

Oia, aku udah kenal dengan keluarganya. Maupun juga dia udah kenal dengan keluargaku.

Menuju pertengahan tahun 2010, dia mulai berubah. Dia kurang perhatian sama aku. Lalu aku marah-marah ke dia. Dia pun bilang seperti ini “Aku lagi punya terget saat ini. Maaf-maaf aja, aku enggak kenapa-kenapa dan aku juga enggak berubah. Ini lagi ngejar masa depan. Mungkin ini tantangannya long distance. Kamu sayang aku kan? Aku juga sayang kamu”. Oke.. Aku harus mengerti. Mungkin aku yang sedikit egois. 😐

Masuk bulan Juli 2010, aku lulus SMA. Dan berkuliah di salah satu universitas swasta di daerah Bekasi (dekat rumah). Bulan Agustus 2010, aku mendengar kabar bahwa D keterima di salah satu sekolah kedinasan. Alhamdulillah.. Aku yang mengetahuinya ikut senang dan bangga. Ternyata dia selama ini mempersiapkan untuk ujian tersebut.

Dia mendapat tempat studi nya di Jogja. (tetep yaa LDR, hehe). Jadinya Jogja – Bekasi. Sejak dia kuliah disana, dia dituntut harus lebih serius dari tempat kuliah sebelumnya. Kita pun jarang telpon-telponan. Hanya mengandalkan smsan. Kuncinya sih, kita harus menghargai dan mengerti satu sama lain.

Aku selalu memberi semangat dan dukungan ke dia demi mengejar cita-cita nya. Begitu pula dengan dia, selalu memotivasi aku. Dia pun pernah bilang bahwa hubungan ini akan dibawa ke masa depan. Mungkin kita berjodoh. Tapi jalanin aja dulu, semua yang ngatur Allah SWT.

Kita LDR kurang lebih sudah 2 tahun. Sekarang kita sama-sama sibuk menyelesaikan studi demi menggapai karir yang hendak dicapai.

Begitulah kisahnya.. Suka & duka LDR, suka nya yaitu bisa belajar memahami situasi yang dimana semua situasi enggak harus sesuai dengan yang kita inginkan, berhubung ketemunya jarang yaa paling dua atau tiga bulan sekali pas ketemu tuh pasti seneng banget rasanya. Dukanya itu sering galau apalagi malam hari (ketahuan deh haha), kangennya sampe ubun-ubun. *cielah

Menurut aku, yang terpenting dalam suatu hubungan itu adalah Komunikasi, Komitmen, Kejujuran, Kepercayaan, Positive thinking, dan Pengertian.

Segitu aja mungkin. Yaa kita berharap semoga hubungan ini tetap terjaga sekarang dan nanti. Aamiin.. 😊🙏

-Written by Kiki-

Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh

XOXO,

Kiki

 

Our (Long) Journey

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh..

Mumpung hari ini libur kerja alias tanggal merah, aku lanjut ketik-ketik cantik disini yaa.. Ada yang mau baca kah? Haha mudah-mudahan ada 😛 aku lewat hp aja nii nulisnya. Simple.. Hehe.

Di postingan kali ini aku mau cerita tentang perjalanan cinta Kiki & Dika. Dulu saat SMA karena satu sekolah, kami selalu berjumpa sekedar istirahat bareng dan pulang bareng setiap hari Jum’at. Setiap hari Jum’at aku ada eskul Paduan Suara dulu, Mas Dika senantiasa nunggu aku sambil bersama teman-temannya. Setelah kami lulus SMA, kami menjalani hubungan jarak jauh a.k.a Long Distance Relationship (LDR) yakni Yogyakarta – Bekasi pada tahun 2009-2012. Aku melanjutkan kuliah di Bekasi dan Mas Dika kuliah di Jogja. Cukup lumayan jauh bukan? Hehe. Itu pertama kali nya aku menjalani LDR. Pada awalnya sempet khawatir, parno, negative thinking dan semacamnya. Wajar lah yaa takut kenapa-kenapa. Tapi lama kelamaan berjalan kurang lebih 3 tahun, kami bisa melewati LDR tersebut dengan berbagai suka dan duka. No video call at that time 😢

(akan ku posting kisah LDR kami yang dimuat di buku Long Distance Relationship 🙈)

Setelah Mas Dika lulus kuliah, alhamdulillah Mas Dika dapat penempatan di Jakarta. Saat itu dia statusnya masih CPNS. Setahun kemudian (kalau gak salah) diangkat menjadi PNS di salah satu kementerian di Indonesia. Yayy! Gak LDR lagiii.. Aku masih kuliah saat itu (tahun 2013 – 2014). Jadi posisi nya Mas Dika udah kerja dan aku masih pendidikan. Mas Dika selalu support aku untuk bisa menjalani kuliah dengan baik dan lulus tepat waktu. Sewaktu kuliah aku harus mempertahankan nilai-nilai dan IP dari semester ke semester. Karena supaya terus dapat beasiswa dari kampus. Jadi di setiap semester nya aku dapat beasiswa sampai semester akhir. Alhamdulillah aku pun lulus kuliah tepat waktu dengan nilai yang memuaskan.

Mulai tahun 2015, kami sama-sama kerja. Saat itu lah kami mulai menyiapkan visi dan misi untuk hubungan kami kedepannya. Mulai punya planning ini itu. Kami berkomitmen untuk menjaga hubungan kami sampai ke jenjang pernikahan. Aku berpegang teguh untuk menikah setelah kakak perempuanku menikah dan kerja setelah dua tahun. Bagaimana pun juga kami harus sabar dan menjaga perasaan kakakku. Finally kakak perempuanku menikah pada November 2016. Kami pun berencana menikah di tahun 2017. Dan di awal bulan Januari 2017 kami mulai mempersiapkan semua persiapan pernikahan..

Cukup sekian kisah perjalanan panjang kami dalam tulisan yang singkat ini. Keep reading and “kepo” my blog yaa! 😝

Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh..

XOXO,

Kiki

Very First Met

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh..

Haiii semua! Perkenalkan aku Kiki. Sebelumnya aku mau cerita tentang blogger ku yang gak bisa kebuka. Hikss 😥 jadi aku punya blog pribadi yaitu rizkinurbaitiamalia.blogspot.com udah lamaaa gak dibuka gitu. Pas beberapa minggu lalu ku coba log in, ternyata sekarang harus pakai Gmail. (CMIIW) udah berbagai cara ku coba, tapi hasilnya nihil. Yasudah singkat cerita, aku bikin blog baru di WordPress ini. Semoga gak error lagi yeyy! Aamiin ;p

Blog ini aku buat untuk menceritakan perjalanan kisah kasih di sekolah sepasang dua sejoli *halahh hahaha. Perjalanan tentang aku dan pacarku yang bernama panggilan Dika ❤

The story begins..

Mas Dika itu adalah kakak kelas ku waktu SMA. SMA kami yaitu SMAN 71 Jakarta Timur. Awal mula aku ketemu sama Mas Dika itu pas SMA waktu mau pulang sekolah di parkiran motor. Jadi saat itu aku nebeng sama temanku Mira naik motor. Tiba-tiba Mas Dika lewat dengan motor vespa biru nya. Kita saling tatapan lahh.. Karena Mira kenal dengan Mas Dika (karena mereka satu eskul), jadi mereka saling sapa. Aku cuma ikut-ikutan senyum ajah. Haha.

Berselang beberapa Minggu (akhir April 2008) dia nanya ke Mira tentang aku. Mulai minta nomor hp, terus sms-an dan telponan. Berjalan tiga minggu (Mei 2008) kita semakin intens komunikasi mengenai kehidupan sehari-hari, tugas sekolah, dll dan kita pun mulai ada rasa (ciyee..). Kondisi nya saat itu aku statusnya single alias gak berpacaran dengan lelaki lain. Tapi posisi nya saat itu aku juga lagi dideketin dengan kakak kelas yang lain.

Bulan depannya (Juni 2008) mulai ada tanda-tanda bahwa kita menuju hubungan lebih dari sekedar kakak kelas dan adik kelas. Tepatnya tanggal 13 Juni 2008, Mas Dika nembak aku dan kita jadian.. 💑

Sekian ceritanya. Phay phay!

Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh..

XOXO,

Kiki